Sesuatu yang biasa kita sebut, “Menjaga Hati”

‘Menghapus Jejak’ demi Menjaga Hati dan Perasaan, mungkin begitulah caranya memperlakukan kita. ‘Menghapus Jejak’ sebagai sepotong kata sindiran. Tarik nafas. Senyum lebar. Sabar. Ikhlas. Istighfar. Ketika dia yang berusaha keras menjaga hati kita dengan yang lain, itu adalah gejala – gejala orang Munafik. Kemunafikannya melalui janji – janji dan harapan – harapan kosong yang membuat kita merasa tenang sesaat, tapi dibalik semua itu banyak hal yang bila kita ketahui justru membuat kita sakit. Orang yang sedang menjaga hati di jalan yang salah, pasti dia selalu dihiasi ketakutan, ketakutan agar tidak ketahuan. Ketakutan adalah cerminan seseorang yang punya kesalahan tapi egois tidak mau mengakui dan memperbaiki. Sebut saja dengan orang Bermuka Dua dan Zombie (hidup tapi tak punya hati). Berhati – hatilah. Semoga Allah menjauhkan kita dari orang – orang Munafik nan licik dan dia lekas terketuk hatinya untuk segera meminta maaf dan bertaubat, Amin :))

“Jika kita merasa tersakiti, janganlah menodai anggota badanmu untuk hal – hal yang sesat, kalau kau melakukannya, kamu dan dia itu sama rendahnya. Berdoalah untuk dirimu sendiri dan dia. Biarkan Allah yang membalas dengan caraNya, hanya Allah yang berhak melakukan itu. Ikhlaskan. Maafkan dia semata – mata karena Allah ta’ala. Sesungguhnya tidak ada yang abadi di dunia, kesakitan sekarang akan membawamu kepada kebahagiaan yang hakiki”.

Tak perlu kau sesali dengan segala kebaikan yang tlah kau berikan untuknya. Tak perlu pula kau harapkan balasannya. Bersyukurlah karena kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang yang ‘tidak mampu’ (*tidak mampu memberikan yang terbaik untuk kita). Cukuplah nikmat Allah sebagai Anugrah untuk balasan kita :)).

….
Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman
Perangi neraka di dalam hatimu
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh
(Nidji, Tuhan Maha Cinta)

Berbahagialah karena Allah yang melihat mendengarmu dan berfirman,

“Janganlah kamu bersikap lemah & jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yg beriman.”
(QS. Ali-Imran : 139)

Ketika garis batas SABAR sudah terlihat, tinggalkanlah hal – hal yang menurutmu tidak bisa membahagiakanmu, jadilah dirimu yang baru dengan nasip baru. Penyesalan? bukan kita yang menyesal karena menjauhinya dan meninggalkannya. Yap! Tanpa kita membuat, dia yang (pasti) menyesal karena tak bisa memiliki kita. Keep Optimistic. Masih Ada koma dalam titik.

One thought on “Sesuatu yang biasa kita sebut, “Menjaga Hati”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s