Penyakit Kecanduan Belanja (Shopaholic)

Assalammualaikum wr.wb

Membaca salah satu artikel ini yang bener – bener membuat hati bergetar. Topiknya membicarakan belanja (shopping) – sebuah aktifitas yang sebagian besar dilakukan kaum wanita ini sangat menyenangkan. Apalagi kalau ada diskon gede – gedean. Bisa ngrelain uang jajan atau gajian sebulan buat nurutin nafsu belanjanya. aktivitas belanja ini kiranya memang perlu kita waspadai.

Kata temen kampus saya, sebut saja Pak Ustad, dia berkata, “Belanjakanlah uangmu sesuai KEBUTUHAN bukan KEINGINAN, karena sesungguhnya keinginan yang dimiliki manusia dalam hal itu adalah nafsu yang sangat disukai syaiton“.  Alhamdulillah kata – katanya bermanfaat sekali😀

Rasulullah juga bersabda, “Bagian wilayah negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian wilayah negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.”

(HR. Muslim 1076).

Menurut Muhammad Albani dalam tulisannya Muslimah Shopaholic, wahai para Muslimah, jika Anda terlalu hobi belanja dan keranjingan sekali untuk menjejakkan kaki di  pusat perbelanjaan, maka hati-hatilah! Bisa jadi, walau masih dalam taraf rendah sekalipun, Anda sedang terjangkiti penyakit ‘kecanduan belanja’ (shopaholic). Sehingga, dorongan untuk membeli barang-barang yang memikat hati kita tak lagi mampu dibendung. Uang kita pun berhamburan di kasir-kasir supermarket, tanpa mampu dimenej. Ekonomi keluarga pun bisa carut-marut karenanya. Na’udzubillah.

April Benson, seorang psikolog dari Manhattan, AS, dalam bukunya I Shop Therefore I Am : Compulsive Buying and the Search for Self While, mengungkap bahwa 9 dari 10 orang wanita mengalami shopaholic (kecanduan belanja). Indikasi orang-orang yang mengalami kecanduan belanja seringkali merasa cemas, gelisah, dan depresi ketika keinginannya berbelanja atau membeli suatu barang tidak kesampaian. Bahkan, wanita shopamaniac itu seringkali berbelanja sekadar untuk melepaskan diri dari kejenuhan. Mereka menjadi pecandu belanja (compulsive shoppers), yang secara populer sering disebut shopaholic.

Faktor Penyebabnya adalah adanya waktu luang yang tak termanfaatkan dengan baik, kurang percaya diri, dan gencarnya promosi barang dan jasa melalui berbagai media. Sedangkan menurut saya (tambahan), kurangnya rasa prihatin terhadap sesama (jauh dari batas cukup), kurang tegasnya didikan orang tua yang justru membebaskan anaknya membeli ini itu sesukanya. Seorang pecandu belanja jelas sekali ia terjebak ke dalam sikap boros yang dilarang oleh agama.

Allah Ta’ala berfirman, “…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.”

(Al-Isra’ [17] : 26-27).

Jika ada seorang muslimah shopaholic, ia pun perlu dinasihati untuk mematrikan sikap zuhud (dalam hatinya), zuhud yaitu meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat. Padahal, memburu sesuatu yang telah dijanjikan Allah di akhirat, itu lebih utama daripada keinginan yang berlebihan dalam membelanjakan uang. Mencandui belanja itu sama halnya mencandui dunia, sedangkan ‘mencandui akhirat’ itu lebih strategis untuk menggapai keselamatan di dunia dan akhirat.

“Bagi semua orang, dunia ini adalah tamu, dan harta itu adalah pinjaman. Setiap tamu pasti akan pergi lagi, dan setiap pinjaman pasti harus dikembalikan.”

(Abdullah bin Mas’ud)

Imam Ibnul Qayyim di dalam Tazkiyyah An-Nafs menegaskan, “Nafsu itu menyeru kepada sikap durhaka dan mendahulukan kehidupan dunia. Sedangkan Allah Ta’ala menyeru hamba-Nya agar takut kepada-Nya dan menahan diri dari hawa nafsunya. Jadi, hati manusia itu ada di antara dua penyeru. Kadangkala ia condong kepada yang satu, dan kadang pula condong kepada yang lainnya. Disinilah letak ujian dan cobaan.”

Cara mengerem nafsu belanja :

  1. Bersyukur atas segala pemberian dan kemudahanNya dalam mendapatkan nikmat, karena kamu termasuk orang – orang yang lebih beruntung daripada mereka yang ada dijalanan untuk mengais rejeki. Subhanallah!
  2. Mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) dan selalu takut kepada-Nya (khauf).
  3. Sedekah → Alangkah indahnya melihat senyuman mereka yang membutuhkan sebagai ucapan syukur dan terimakasih kepada TuhanNya melalui kita. Allahu Akbar!
  4. Berusa Hemat dengan menabung. Misalnya, mengumpulkan koin – koin kembalian untuk ditabung. Jadi hargailah satu buah koin meski seratus perak
  5. Terapkan prinsip “Belanja itu sesuai KEBUTUHAN bukan KEINGINAN”.

Alhamdulillah, SEMOGA BERMANFAAT!

2 thoughts on “Penyakit Kecanduan Belanja (Shopaholic)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s