Ketika Ego Merubah Segalanya

Kita tahu, terkadang mengertikan orang yang egoist addicted itu sulit, bahkan kalau kita tidak rajin berdoa untuk meminta kesabaran, kita bisa keserang virus itu, yang dapat menimbulkan sakit pikiran dan sakit hati ‘makan ati’. Dampak dari sikap ego ini juga membuat orang – orang terdekatnya tidak nyaman.

(Siap – siap ya, pahami dan silakan menilai diri sendiri ataupun orang terdekat, apakah termasuk kedalam golongan tersebut)

Pemahaman Egois

  1. Hanya dapat melihat dari sudut pandangnya, tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain, apa lagi merasakan apa yang orang lain rasakan. Jadi, tidak mudah untuk berbincang dengannya karena ia akan berusaha agar kita menuruti pendapatnya.
  2. Hanya memikirkan kepentingan pribadinya.  So, apa yang dilakukannya selalu untuk kepentingan peribadi, bukan ikhlas untuk kepentingan orang lain. Ia tidak mengenal arti pengorbanan dan ketulusan. Semua hal diperkirakan berdasarkan untung ruginya.

Kesan Peribadi Yang Ego

  1. Orang sekeliling sukar menerimanya karena tidak ada usaha darinya untuk menyesuaikan diri. Daripada terjadi konflik, pada umumnya orang sekeling akan menjauhkan diri dari berhubungan dengannya sehingga ia terpaksa hidup bersendirian. Malangnya, semakin kesunyian, semakin ia menganggap bahwa orang sekeliling yang salah atau aneh terhadapnya. Pada akhirnya orang yang ego hidup dalam bersendirian.
  2. Sahabat pun sukar untuk mempercayainya sebab mereka menilai ia tidak jujur. Semua yang dikerjakannya cenderung dinilai mempunyai maksud tersembunyi di belakangnya. Pada akhirnya hubungannya dengan yang lain tersekat dan semakin hari semakin sedikit orang yang bersedia berkawan dengannya. Seandainya bersahabat pun, hubungan yang terjalin merupakan hubungan timbal-balik, tanpa keikhlasan dan pengorbanan.

Penyebab

  1. Sebahagian pribadi yang ego ini berasal dari latar belakang keluarga yang terlalu memanjakan sehingga apa pun yang diminta selalu didapatkannya.
  2. Sebagian lagi pribadi yang ego berasal dari latar belakang kurangnya kasih sayang sehingga ia tidak pernah belajar mengasihi. Ia menjadi orang yang tidak mengasihi dan tidak rela berkorban kerana ia tidak pernah mengenal kasih sayang.

Langkah Menuju Perubahan

  1. Pribadi yang ego mesti menerima fakta bahwa ia egois. Jangan lagi mencari alasan dan menyalahkan orang. Ia mesti melihat hal ini sebagai dosa keangkuhan bukan hanya karakteristik kepribadian yang unik. Perubahan dan penyesalan bermula dari pengakuan. “Tinggi hati mendahului kehancuran tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”
  2. Lihatlah apa yang diperlukan orang dan cobalah penuhinya, tanpa berkira-kira. Pribadi yang ego tidak mempunyai ramai teman kerana tidak memikirkan orang lain. “Seorang sahabat memberi kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
  3. Hiduplah berdasarkan prinsip: “Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri” dan “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”.

Nah solusinya untuk menghadapi orang egois, adalah :

#Berdoa
ketika kamu berpapasan dengan orang tersebut, berdoa dan yakinlah bahwa Allah akan melindungi hati dan pikiranmu.

#Berikan 3S (Senyum, Salam, Sabar)
Lemparkan senyum seikhlasnya meskipun tanpa sambutan. Toh senyum itu ibadah loh. haha (betul gak bray?), selanjutnya ucapkan salam ‘Assalammualaikum’, gak mungkin kan ya dia diem aja. Ya kalau dia menjawab dalam hati ya it’s Ok, dont worry babe! Kan niat kita adalah karna Allah semata bukan dia. Jadi gak perlu dibikin galau. Nah ini nih untuk ‘S’ yang ketiga, Kalau kalian sudah melakukan dua ‘S’ itu, tanpa hati yang lapang nan sabar, semua itu terbuang percuma. Nah berusahalah untuk sabar, lebarkan hatimu menghadapi semua ini. Sabar yah, gak indah di hari ini, ya one day God give you smile and surprise surprise🙂

#Jadikan dirimu untuk bisa membuatnya tertarik
Eitss… wait a minute, dont judge that cause. Yap, niatnya mengambil perhatiannya agar dia bisa memperhatikan, meniru dan memodifikasi aura kebaikan yang terpancar dari sikap kita. Umm… begini, terkadang orang bisa (sangat) tersinggung kalau di kritik begini begitu, nah melalui sikap kita ini lah yang semoga bisa menjadi suri tauladan buat dia. Tapi ingat, disini kita juga harus melihat sisi kedewasaannya, kalau emang dia masih… sebut saja dengan A B A B I L (ABG Labil), ya kalian harus menyiapkan mental dan tenaga untuk belajar lebih keras mengertikannya.

#Tindakan Tegas
Nah, bila segala cara tersebut sudah dilakukan, tapi bila terjadi hal terburuk yaitu dia sama sekali gak mengerti. SKAK ! biarkan dia terbang bebas, semoga ada hikmah dibalik sikapnya yang merugikan itu. Masa iya waktu hidupmu hanya untuk ngurusin/mikirin dia, na dia aja belum tentu mikirin kita. Masa depanmu ada di tanganmu, bukan di genggaman dia, toh kamu juga udah berusaha yang terbaik, selanjutnya pasrah saja, biarkan Allah yang bertindak. Disini hanya bisa mendoakan, semoga lekas sembuh, ehh lekas menjadi pribadi yang bisa menghargai orang lain, tidak hanya menuntut untuk diperhatikan tanpa memberikan respon positif. Kata Bapak saya “Jauhilah Hal-hal atau orang-orang yang sesungguhnya merugi dan berdoalah semoga Allah membukakan jalan yang terbaik”.

(ʃƪ´⌣`) Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s