Selamat Tinggal Mencotek

Sewaktu saya ‘njagong’ di kantor Akademik kampus, saya melihat ada alumni lagi silaturahmi. Ehh… niatnya sih gak mau nguping, tapi berhubung suara masnya itu lantang, ya mau gak mau ya bisa didengar semua orang yang ada didalamnya.

Nah, yang saya denger tu intinya adalah pengakuannya mencontek sewaktu jadi mahasiswa. (Dalam hati) ya Allah umumnya yang selalu ada di akhir tindakan salah adalah penyesalan, kenapa ini adalah kejujuran dengan rasa bangga. Lalu kebaikan apa yang patut ditiru???

begini nih ceritanya,

Mas Alumni :

wah pak, dulu tuh say mencontek juga loh, nah kalau trik saya ya masih gak secanggih sekarang, harus repot-repot bolak balik ke kamar mandi. Nge – print Slide lalu saya guntingin dan ditaruh di kamar mandi. Kira – kira ada slide yang gak ada jawabannya ya langsung saya buang ke tong sampah. Nah kalu sekarang modelnya kayak apa Pak, pasti udah canggih???

Saya (dalam hati) :

Buhsed, ni orang detail banget nyeritain kronologisnya, padahal gak ada yang patut dicontoh

Bapak Akademik :

Yah kalau sekarang sih, masih gitu – gitu aja, paling canggih juga pakai hape, sms temen yang lagi gak ujian suruh nyari jawaban. Kalau nggak ya ngerpeknya di ketik dihape. Nah ada lagi, semua buku dan bahan ujian ditaruh ditempat tertentu, kemudian orang tersebut sesekali keluar pas ujian untuk belajar.

Mas Alumni :

Wah triknya masih jadul itu Pak. Masa zaman secanggih sekarang, triknya masih jadul. Haahahha

Saya (dalam hati)

Ya elahhh, malah ngomongin perkembangan mencontek, emangnya mencontek yang canggih tu kayak gimana si om? kalau emang dijamin gak ketahuan saya mau coba deh, mau coba untuk tetap jujur siy #eaaa

Cukup yah penggalan ceritanya, nah sekarang bagian pembahasannya. Masih anget didengar berita tentang korupsi yang masih merajalela, korupsi tersebut kan salah satu bentuk ketidak jujuran terhadap diri sendiri. Ya bagi yang ngerti baik buruknya suatu tindakan atau dosa pahalanya sebagai akibat dari suatu tindakan, bisalah untuk memulai kebiasaan sepele itu untuk lebih jujur terhadap diri sendiri. Sering kan kita menuntut untuk dihargai orang lain, tapi kenapa kita gak bisa menuntut untuk menghargai usaha kita sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik???

Ini nih ada tips dari postingan tetangga sebelah, untuk menghilangkan kebiasaan mencontek (by : Muhammad ZH )

  1. Perkuat Prinsip untuk Konsisten dan Jujur bahwa tidak akan melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah karena tidak mau mengecewakan Allah.
  2. Tingkatkan kepercayaan diri – dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, maka kita tidak akan mau melihat hasil orang lain.
  3. Perbanyak pengetahuan, dengan tingkat pengetahuan yang tinggi maka kita akan lebih percaya terhadap diri sendiri dan tidak akan mau mencontek.
  4. Lawan rasa malas, memang sungguh sulit untuk mengusir rasa malas yang ada pada diri bagi orang yang pada awalnya telah terbiasa dengan bermalas-malasan, namun apabila telah memulai untuk rajin belajar maka lama-kelamaan kita akan mempunyai kebiasaan untuk terus belajar sehingga kinerja otak kita terus terasah.
  5. Kurangi kuantitas mencontek, apabila biasanya dalam ulangan kita banyak mencontek, maka kita kurangi dengan mencontek setengah demi setengah. contoh: setiap ulangan rata-rata kita mencontek 15 soal pg, kita kurangi setengahnya pada ulangan berikutnya jadi hanya mencontek 8 soal, kemudian terus kurangi sampai mencapai 1 soal dan dari sana kita bisa menghilangkannya.
  6. Buatlah jadwal kegiatan, kita bisa menjadwal kegiatan kita sehari hari dari mulai kita bangun sampai kita istirahat, sehingga anda tidak akan dibingungkan oleh tumpukan tugas yang belum selesai.
  7. Tingkatkan kedisiplinan, anda pasti telah sering mendengar kata “Disiplin kunci keberhasilan”, maka dari itu disiplinlah dalam menjalankan jadwal kegiatan.
  8. Mulailah secepatnya, apabila anda ingin menghilangkan kebiasaan mencontek anda tidak boleh menunda-nunda waktu, karena apabila terus menunda-nunda semua tugas akan menumpuk dan itu menyebabkan suatu kemalasan dalam mengerjakan semua tugas.

Semoga Bermanfaat!😀

3 thoughts on “Selamat Tinggal Mencotek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s