Resep Membuat Pupuk Cair Organik

Terpikir olehku untuk mencoba sesuatu, yaitu membuat pupuk cair organik. Keinginan ini terinspirasi dari seseorang yang bernama  Mbah Lasio – pembicara di suatu pelatihan Padi Sri di Balai Desa Sriharjo, Imogiri. Sampai – sampai sore tadi, saya bermimpi sedang berguru dengan Si Mbah itu dalam menekuni pembuatan pupuk cair. Tetapi yang disayangkan adalah saya lupa bahan – bahan yang digunakan dan cara pembuatan pupuk cair ala chef Mbah Lasio, yang tertinggal di lembar kertas catatan saya hanya tertuliskan :

Pupuk Cair Organik → terdiri dari bahan – bahan sisa dapur, dedaunan (tak bergetah) dan kotoran hewan yang difermentasikan oleh molases (bakteri) selama beberapa hari.

Definisinya umum sekali kan, dari situ dapat dicari lebih lanjut tentang alat dan bahan yang digunakan serta cara pembuatan tentunya. Oh ya sebelum googling, yang perlu disampaikan lagi sebagai pesan dari Mbah Lasio juga adalah,

Kita juga harus menghormati hukum alam, mereka yang merusak tanaman (apapun) juga makhluk hidup ciptaanNya yang sedang berusaha mencari makan untuk mempertahankan diri. Intinya kita semua sedang bekerja sama untuk mendapatkan makanan. Oleh karena itu kita tidak boleh membunuh hama dalam skala besar, hal ini bisa merusak ekosistem. Terapkan pemikiran positif untuk meng – sugesti diri sendiri dan lingkungan sekitar – salah satunya dengan mengajak komunikasi dengan tanaman juga diperbolehkan karena dasarnya kita juga berinteraksi dengan alam sekitar. Apabila kita ramah dengan lingkungan maka lingkungan pun juga akan ramah dengan kita, dengan memberikan hasil budidaya sesuai target kita.

Next, yuk mari googling!!

RESEP 1

Bahan dan Alat:

  • 1 liter bakteri
  • 5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
  • 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
  • 1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
  • 30 kg kotoran hewan
  • Air secukupnya
  • Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat

Cara Pembuatan:

  • Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
  • Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
  • Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
  • Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
  • Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  • Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan
  • air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah
  • berkembang biak lagi dan siap digunakan.

RESEP 2

Pupuk Hijau Organik – pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:

  • 200 kg hijau daun atau sampah dapur.
  • 10 kg dedak halus.
  • ¼ kg gula pasir/gula merah.
  • ¼ liter bakteri.
  • 200 liter air atau secukupnya.

Cara Pembuatan:

  • Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
  • Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
  • Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air. Masukkan bakteri ke dalam air.
  • Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
  • Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul.
  • Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup
  • rapat. Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

RESEP 3

Pestisida Organik merupakan pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga lingkungan.

Bahan dan Alat:

  • 2 kg gadung.
  • 1 kg tembakau.
  • 2 ons terasi.
  • ¼ kg jaringao (dringo).
  • 4 liter air.
  • 1 sendok makan minyak kelapa.
  • Parutan kelapa.
  • Saringan kelapa (kain tipis).
  • Ember plastik.
  • Nampan plastik.

Cara Pembuatan:

  • Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
  • Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
  • Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
  • Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
  • Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.

Dosis:

  1. 1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
  2. 2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Sasaran: Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Ada yang tertinggal, dalam catatan saya juga masih ada resep lagi.

Resep 4

  • Sasaran untuk komunitas keong dan wereng (lagi)

Disekitar tepian sawah bisa ditanami Sambiroto, empon – empon, mahoni dan gadung. Untuk mengalihkan perhatian mereka mengemil  tanaman padi.

  • Sasaran Tikus
Bahan :
  • Manggar Kelapa
  • Nanas Muda
  • Kluwak
  • Rontokan gereh
  • Gula Jawa
  • Air Kelapa
  • Singkong
  • Jagung Muda
Kesemua bahan itu direbus setengah matang dan diambil ampasnya. Kemudian diletakkan disekitar petak sawah atau tepat pada sarang tikus. Ampas ini berfungsi untuk mengalihkan nafsu makan tikus dalam merusak tanaman padi. Ampas ini bersifat memabukkan tikus.

Masih banyak lagi resep pembuatan pupuk cair organik. Dari usaha ini dapat bermanfaat untuk menekan biaya pengeluaran tanpa menurunkan kualitas hasil yang di budidayakan tentunya. Satu lagi, penggunaan pupuk cair tersebut juga harus diperhatikan dosis penggunaannya loh ya, agar tidak merusak ekosistem sawah. Seperti misalnya, ular. Dalam hal ini ular berperan untuk memangsa tikus yang merusak tanaman, apa jadinya kalau populasi ular sedikit, pasti tikus – tikus makin merajalela? Sekian dan terima kasih, kritik dan sarannya juga boleh. Semoga Bermanfaat🙂

Sumber : Kumpulan Membuat Pupuk Cair

4 thoughts on “Resep Membuat Pupuk Cair Organik

  1. Ping-balik: ALAT UKUR FLUIDA « eskampiun

  2. Termikasih Dewi Atas artikelnya, apakah anda termasuk peneliti??saya sedang membutuhkan informasi berkaitan dengan pupuk organik cair yang benar-benar dapat bekerja secara efektif. Mungkin anda dapat bergabung dengan saya. Objek dan lahan praktenya ada di Lampung. Hanya untuk konsumsi pribadi pada awalnya, namun kalau memang ternyata dapat di aplikasikan untuk masyarakat luas lebih bagus lagi.Ini kontak saya : raje.semende@gmail.com

  3. artikelnya bagus semoga bermanfaat untuk banyak orang salam sukses
    http://madiun.olx.co.id/posting_success.php
    pupuk cair organik l pupuk organik cair l pupuk tanaman 085730846493

    hot line 085 730 846 493

    Mas Riski alamat Ds. Kutrisari Utara 2 C No. 15 Surabaya.

    Cabang Ngawi : Ds. Sawo rt 01 rw o1 Kec. Karangjati Kab Ngawi

    Kami adalah produsen pupuk cair organik Merk “NAMBUR”

    Kegunaan :

    – Menghijaukan daun

    – Merangsang pertumbuhan bunga dan daun

    – Mempercepat persemaian

    – Memperkuat akar dan batang

    – Memperkebal terhadap serangan hama

    Cara pengunaan :

    -Nambur 25 – 50 cc 1 liter air di tuangkan dekat pangkal pohon atau disemprotkan ( pengabutan ) pada daun 3 hari atau 7 hari sekali .

    – Pemupukan di lakukan pada pagi hari , di bawah jam 10:00 , sore hari di atas jam 17:00

    – Atau 1 botol dapat di gunakan untuk 28 liter air

    Komposisi :

    N 12427 ppm

    P 4594,6 ppm

    K 2488,4 ppm

    C 8473, 4 ppm

    Mn 5,9 ppm

    Fe 15,6 ppm

    Zn 1 ppm

    Ph 5 ppm

    Harga Promo eceran murah Rp 15.000,- / botol

    Kami membuka peluang kemitraan keagenan seluruh indonesia

    Syarat Agen. Mengirim Info Data diri
    Via Sms Lengkap dgn Alamat.&Kode Pos. 085730846493

    Serta Memesan Minimum Order 1-2Karton Pupuk Organik cair Nambur.
    Harga Nambur Rp.10rb/250cc 1Karton isi 20btol@200.000

    Demikian dan salam,

    Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s