Praktikum yang gak efisien!

Pemetaan oh pemetaan. Gini nih, nasip seorang mahasiswi yang kuliahnya di aliran IPA. Segala macam praktikum bisa membunuh waktu hidup. Gimana enggak??? bulan-bulan ini, hampir seminggu rutin absen di kampus. Bener-bener rumah keduaku lah!

Setelah praktikum pun, masih harus mikir laporan buat besok. Ya meski sudah menjadi makanan sehari-hari sih, tapi ada hasrat dibawah sadar yang bikin lucu cerita hidupku. Baru semester ini aku tertidur selama sejam di lorong kampus, saat aku ma temen-temen berdiskusi laporan untuk besok. Berasa kek kasur empuk ajah, tu ubin kampus. haha. nikmatnyaaa Tuhan…

Ini nih yang bikin kesel, dari 4 praktikum yang bikin mancing emosi dan memaksaku untuk belajar memaafkan asisten, adalah Praktikum Ilmu Ukur. Huah! Masih anget-angetnya tu kertas keluar dari printer, ee… udah dikembalikan lagi buat diperbaiki. Tu asisten males koreksi kali yya, masa karya tulisku di revisi, cuma sekedar salah nama asistennya, sama judul yang ada di BAB III. Padahal buat susunan laporannya relatif sama. Dan sudah aku turuti, tetep aja salah! Trus aku korek-korek lagi per lembarnya, eehh… pembahasan dan hasil pengamatan sama sekali msaih bersih sih! buhsed, ni asisten pake bolpoin ajaib kali ya, sampai-sampai gak ada coretan dan lekukan kertas yang menandai kalo tu laporan selesai dikoreksi. huh!

Nah, masih acara ukur- megukur nih, sewaktu ambil data di lapangan ya, setidaknya tu asisten kasi pengarahan sejelas mungkin kek sampai seperempat jalan. Ehh ternyata kagak, ya cuma sekedar teori tanpa bukti. Padahal tu asisten bilang,

“kalo ada kesulitan, bisalah sms, nanti pasti dijawab. Dan kalo mau mengukur di lapangan, boleh lah mengundang asisten”.

Dan pesan terakhir dari asisten bilang gini, “tar kalo datanya dirasa salah, alangkah bijaknya kalo diulang lagi ya pembidikan pake teodolitnya” hatiku mendesah, “preeetttt!”

“Mas ngitung-ngitungnya kalo pake skala 1:1000cm mah kekecilan mas? gimana dunk?”

pesan terkirim…

Balesannya :

“Ya sudah, gambarlah apa adanya”

ajey gila, sama sekali gak menjawab pertanyaan!

Esoknya…

“Mbak, kita ada pengukuran jam8 pagi teng, mohon partisipasinya ya??”

Sampai ngukurnya selesai, gak ada balesan blas dari tu asisten! aiiihhh… Paringono sabar lan bojo! haha

Sepanjang perjalanan, kita diketawain temen-temen yang gak ambil mata kuliah ini. Kalau aku mah, gak masalah sih! Apa bedanya kita ma mereka. huuu

Temenku nyeletuk ” Dew, mereka ngetawain kita!” . Aku bilang “Iya gue juga punye mata kali, santai saja lah. iihhh apaan sih pegang-pegang tanganku, bukan muhrim tauk! huh!” candaku. “Semangat dew, kita BISA!” ujarnya. Brrrrr!

Ni asisten-asisten sengaja kasih gojlokan kali ya, wah kekna ada unsur-unsur bales dendam nih. Tapi kalo aku besok jadi asisten, pembalasan cukup sampai di aku ajah, selanjutnya gak bakal aku gituin anak praktikanku. wkwk

(sog bijak!)

2 thoughts on “Praktikum yang gak efisien!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s