Semoga ter- Motivasi !

Ini nih kumpulan tulisan yang masuk di inbox facebook – ku, yang nyaris tag pernah aku buka. hoho. kumpulan tulisan ini berasal dari Bisa!4 The Most Inspiring Group,. Trust me ! kalau dibaca bener-bener, kalian pasti  merasa tergugah dan termotivasi banged. Daripada sia-sia di inbox, mending aku share ajah deh! hehe

PERCAYALAH BAHWA KITA BISA!


oleh Isa Alaamsyah
dikutip dari No Excuse hlm 22

“A man can be as great as he wants to be.
If you believe in yourself and have the courage, the determination,
the dedication, the competitive drive and if you are willing to sacrifice the little things in life and pay the price for the things that are worthwhile, it can be done.”

Setiap orang bisa sehebat apapun yang ia inginkan,
jika percaya pada diri sendiri dan punya keberanian, determinasi,
dan dedikasi, siap bersaing, dan rela bekorban serta mau membayar harganya (dengan kerja keras). Semua bisa dicapai.
Vince Lombardi
Pelatih football dan motivator Amerika

Jika benar-benar ingin sukses, ingin berhasil, ingin menjadi orang yang hebat, ingin mencapai sesuatu, ingin menjadi luar biasa, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa kita bisa. Jika kita percaya kita bisa melakukannya, bisa mencapainya, maka kita sudah melakukan lompatan besar dalam hidup.
Dalam teori “Law of Attraction – Hukum Tarik Menarik” yang diungkap oleh buku The Secret karya Rhoda Byrne, dinyatakan bahwa jika kita percaya pada sesuatu dengan kepercayaan yang begitu besar maka alam semesta akan merespon keyakinan kita dan akan menjadi kenyataan. Keyakinan kita akan memberi sinyal dan sinyal tersebut akan menarik reaksi dari alam semesta. Sinyal tersebut juga mempengaruhi jiwa, otak, dan semangat kita dalam bekerja. Teori ini juga sejalan dengan teori “Mestakung” yang diusung oleh Prof. Johannes Surya.
Bahkah dalam Hadis Qudsi, Allah berfirman “Ana ‘inda dloni ‘abdii” yang artinya “Aku (Allah) ada dalam prasangka hambaKu” (Aku mengikuti prasangka hambaKu).
Jika percaya bisa, Anda bisa!

Bumerang kata-kata
isa Alamsyah

Setelah melihat hasil karya mahasiswa yang tidak memuaskan, seorang dosen yang terkenal killer dengan muka garang berkata pada mahasiswanya di ruang kelas.
“Siapapun yang merasa idiot di ruang kelas ini berdiri!” ucapnya.
Suasana kelas mencekam, semua mahasiswa diam duduk tertunduk.
Sang dosen mondar mandir melihat wajah mahasiswanya satu-persatu.
Setelah sekian lama suasana hening, satu mahasiswa nekat menunjuk tangan dan bertanya.
“Pak, apakah bapak merasa idiot?” tanyanya
“Tentu saja tidak, saya ini dosen dan titel saya doktor!” jawab sang dosen.
“Lalu, kenapa hanya bapak sendiri yang berdiri di ruang kelas ini?”
Grrr…

Humor dan hikmah
Kita sering mendengar pepatah “senjata makan tuan” atau seringkali bumerang menjadi perumpamaan contohnya. Kita lempar senjata tersebut, jika tidak terampil maka kita justru menjadi korbannya.

Sadarkah, seringkali kita jadi korban kata-kata atau perilaku sendiri?
Kadang orang tua bisa termakan omongannya sendiri.
“Gimana sih kamu, kerjanya main aja. Isi waktu dengan yang bermanfaat, jangan buang waktu” kata seorang ibu pada anaknya.
“Tapi ibu juga sering ngabisin waktu untuk gosip dan nonton sinetron” jawab anaknya.
Nah lho.

“Kalian harus tepat waktu masuk ke kantor.” kata seorang bos yang sering terlambat.
Walaupun tidak ada yang protes, tapi wibawa sang bos sudah merosot.

“Kamu jangan pacaran, konsentrasi belajar aja!”
“Dulu Bapak Ibu pacaran nggak?”
“Iya, tapi kan kita sekarang sadar itu tidak baik”
“Kalu gitu aku juga nanti insyaf kok, kalau seumuran Bapak/Ibu!”
Hmm, ini yang error siapa ya?

“Belum bisa cari duit, jangan merokok!” kata Bapak.
“Kalo sudah bisa cari duit sendiri boleh ngerokok dong, ya!” jawab anak

“Dasar anak kurang ajar!” Kata orang tua
“Berarti yang tidak bisa mengajar siapa?” jawab anak

Banyak contoh lainnya.
Kadang ada respon langsung yang kita terima, tapi dalam banyak kasus, apalagi kalau posisi kita superior, bawahan tidak berani mengkritik.

Jadi yang paling tepat adalah, kita evaluasi diri atas perkataan dan perilaku kita agar tidak menjadi bumerang di masa kini atau di masa depan.

Abaikan suara negatif dari dalam diri!
Isa Alamsyah
dikutip dari buku NO Excuse halaman 47

“If you hear a voice within you say ‘you cannot paint’,
then by all means paint, and that voice will be silenced.”

Jika engkau mendengar suara dalam diri, “kamu tidak bisa melukis”
maka bergegaslah melukis, maka suara itu akan hilang.
Vincent Van Gogh, Pelukis

Karena begitu banyak pencitraan negatif pada diri kita, maka alam bawah sadar kita pun ikut mengatakan kita tidak bisa. Kita seolah mendengar diri kita sendiri mengatakan “Anda tidak bisa!”
Manusia memang sering melakukan internal dialog dalam dirinya. Sebuah penelitian mengatakan, orang bisa melakukan 50.000 kali self talk secara sadar maupun tidak sadar dalam sehari.
Sebuah penelitian juga mengungkap bahwa, ketika menyangkut potensi diri, sebanyak 80% orang yang melakukan internal dialog mengatakan hal-hal yang negatif pada dirinya sendiri.
Akibatnya kita mengatakan tidak bisa sebelum mencoba, mundur sebelum bertanding, menyerah sebelum usai, dan berhenti sebelum sampai tujuan. Sungguh merugikan!
Padahal jika kita mampu mengubah hal ini, dan memberikan citra positif pada diri kita sendiri, kita akan menemukan bahwa diri kita ini luar biasa.
Jika kita sudah mempunyai citra diri yang positif, maka apapun hal negatif yang dikatakan orang lain, tidak akan berpengaruh pada kita.
Bagaimana mungkin kita berharap orang melihat secara positif jika kita tidak mampu melihat diri sendiri secara positif.
Kita harus mulai dari diri sendiri dulu, mulai dari sekarang.
Lihatlah ke cermin, katakan pada diri sendiri “Saya bisa!”

Kemana tujuan kita?
Isa Alamsyah

Seorang pemuda menghentikan taksi di pinggirjalan dan segera naik ke kursi belakang.
Setelah pintu ditutup, sang supir bertanya, “Mau ke mana Pak?”
“Saya tidak tahu?” jawab pemuda itu tenang.
“Lalu saya harus bagaimana?” tanya sang supir.
“Terserah Bapak, yang penting saya bayar, jawab sang pemuda.
Apa selanjutnya yang terjadi?
Supir hanya berputar-putar saja, terus berputar putar sampai akhirnya supir kelelahan dan tidak tahu arah. Setalah berjam-jam berputar, akhirnya supir kembali ke tempat pemuda naik, dan diam lama sekali. Argo tetap berjalan.
Lalui pemuda tersebut keluar dan membayar seluruh biaya ratusan ribu rupiah untuk berada ditempat asalnya?
Pemuda itu menghabiskan waktu dan biaya tanpa pindah ke mana-mana.

Siapakah pemuda itu?
Pemuda itu adalah gambaran kita yang tidak punya tujuan hidup?
Jika kita tidak punya tujuan hidup, dan melakukan perjalanan hidup, maka besar kemungkinan kita kembali ke situ-situ saja.

Banyak orang yang merasa sudah punya tujuan hidup.
Tapi sebenarnya ada di situ-situ saja.
Sejak kecil kita sekolah. Setiap tahun berusaha naik kelas tujuannya supaya bisa melanjutkan sekolah. Lalu belajar lagi, supaya naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah. Lalu melanjutkan kuliah begitu seterusnya.
Ketika ditanya untuk apa sekolah, maka jawabannya “supaya dapat kerja” Sesedarhana itukah?
Lalu ditanya apa tujuan kerja. Jawabannya supaya bisa makan. Sesederhana itukah?
Lalu punya anak, anak disekolahkan, tujuannya supaya bisa kerja, nanti bisa makan. Dan begitu seterusnya.
Kelihatannya mereka menjalani hidup, tapi tidak ada nilai tambahnya. Itu-itu saja?
Jika hidup hanya untuk bisa makan atau bertahan hidup (surviving), dan semua hal yang dilakukan dalam hidup sekedar agar bisa makan atau bertahan hidup , lalu apa bedanya manusia dengan hewan?

Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup sekedar untuk hidup.
Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup hanya berputar-putar begitu-begitu saja, karena tidak ada tujuan yang jelas mau di bawa kemana hidup kita.
Semoga kita tidak termasuk orang yang mengisi hidupnya dengan kesia-siaan?

Bagaimana?
Kita pasti bisa!

SEKOKOH DAN SELENTUR BAMBU
Achmad Siddik Thoha

Sepertinya tak ada orang yang tak mengenal bambu. Tumbuhan dengan batang lurus menjulang sering ini disebut juga dengan pohon bambu. Bambu sebenarnya berasal dari keluarga rumput-rumputan. Namun ia memiliki batang seperti layaknya pohon. Bambu juga dijuluki raja dari masyarakat rerumputan.

Bambu menyimpan banyak inspirasi bagi manusia. Latar belakang bambu yang berasal dari keluarga rumput yang dikesankan sebagai tumbuhan lemah dan diremehkan tidaklah menghalanginya berekspresi. Bambu mampu mengekspesikan diri menjadi sosok yang kokoh namun lentur dan kaya manfaat. Dengan kemampuan ekspresi yang kuat dan unik maka kita akan berhasil menjadi yang terbaik, minimal di komunitas kita.

Fleksibilitas atau kelenturan bambu mengajari manusia bagaimana mampu beradaptasi pada lingkungan yang ekstrim sekaligus. Saat arus masalah datang, kita perlu bersikap lentur, tidak menentang atau hanyut atau bahkan lari darinya. Penentangan yang keras akan berakibat robohnya tubuh kehidupan kita, sebaliknya hanyut dan lari dari masalah akan menghilangkan eksistensi diri. Maka bersikap lentur, menyesuaikan dengan keadaan adalah pelajaran berharga dari bambu untuk terus bisa eksis dan bermanfaat. Saat orang lain bertumbangan dalam menghadapi masalah, maka manusia berkarakter bambu akan tetap eksis, menampilkan lambaian indah dan terus memberi manfaat.

Hanya manusia yang tetap eksis jati dirinya dan kokoh pendiriannya yang bisa memberi banyak manfaat bagi lingkungan. Bila kita ingin mampu memberi manfaat sebanyak mungkin bagi lingkungan kita, maka keberanian berekspresi secara maksimal, fleksibilitas menghadapi tantangan dan tak peduli dengan masa lalu, yang merupakan karakter bambu bisa kita contoh. Tak peduli sekencang apapun angin menerpa, bila kita telah berhasil meneladani kelemah-gemulaian bambu dalam hidup kita, maka apapun masalah yang menghadang akan mampu kita hadapi dengan kelembutan yang kokoh. Seperti bambu.

Practice make perfect
Isa Alamsyah

Salah satu kekurangan sebagian besar orang Indonesia adalah cepat puas, menganggap remeh dan malas berlatih kalau sudah merasa bisa atau merasa hebat. Itu terjadi salah satunya karena standar hebat dan puas yang rendah, padahal belum ada apa-apanya jika di banding standar internasional.
Saya ingat ketika naik gunung semasa SMA, pendaki amatiran merasa jago kalau bisa naik gunung dengan alat seadanya atau bekal sekedarnya. Padahal pendaki profesional justru menyiapkan segalanya dengan baik. Saya ingat benar di puncak gunung saya ngiler ngelihat bule dengan lahapnya makan perbekalan mereka sedangkan kita gak punya makanan tersisa. Wah, padahal nikmat sekali.
Juga ketika anak-anak naik sepeda dengan helm, banyak yang merasa aneh. padahal
angka kecelakaan bersepeda sangat tinggi.
Dan banyak contoh lainnya.

Sedikit kutipan dari buku No Excuse! ini menggambarkan betapa latihan sekalipun kita sudah ahli di bidangnya akan membuat kita menjadi lebih spesial.

Aristotle Onassis dikenal sebagai pebisnis yang pandai bernegosiasi dan memasarkan dagangannya.
Begitu hebatnya ia bernegosiasi, sampai ada yang mengatakan bahwa pria ini bahkan bisa menjual kulkas atau AC di kutub yang begitu dingin.
Apakah hanya bakat yang membuatnya sukses?
Tidak, ia sering berlatih berbicara sendiri di depan cermin jika menghadapi negosiasi penting sehingga ia bisa tampil meyakinkan di mata lawan negosiasinya.

Presiden Obama dikenal dengan isi pidatonya yang cerdas, dan pemilihan katanya yang tepat.
Apakah itu murni karena bakat?
Sekalipun ia memang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, pidatonya bukan sekedar hasil bakat semata.
Ada kerja keras dibalik pidato-pidato yang mengesankan tersebut.
Biasanya Jon Favreau, Direktur Penulis Pidato Gedung Putih, melakukan diskusi dengan Obama tentang apa yang ingin disampaikan.
Lalu rancangan pertama selesai, dikirim ke Obama.
Obama akan memotong atau menambahi atau memberi ide lain dan dikirim balik ke Favreau.
Proses revisi ini diulang hingga empat atau lima kali sampai semua puas.
Jadi ada kerja keras dibalik pidato hebat.

Karena itu jika Anda ingin spesial, harus tetap berlatih dan meningkatkan standar.

Kita punya potensi di banyak hal
Oleh Isa Alamsyah

“The most exciting place to discover talent is in yourself.”

Tempat paling menarik untuk mencari bakat adalah diri sendiri.
Ashleigh Brilliant, Penulis Inggris

Apakah kita boleh mencoba banyak peluang? Kenapa tidak!
Mencoba banyak peluang bisa menambah ilmu sekaligus membuat kita mengetahui bidang terbaik yang cocok untuk kita.
Percayalah, kita mempunyai begitu banyak bakat dan potensi, hanya saja kita kurang mengeksplorasi diri. Anda akan takjub melihat betapa banyak bakat diri yang dimiliki dan bisa dikembangkan.
Sebagai wartawan karir Oprah terbilang sukses. Lalu ia naik menjadi pembawa berita. Tapi ia belok masuk ke bidang talk show, berbeda bidang tapi masih mirip. Setelah sukses di talk show ia masuk ke bisnis properti dan banyak bisnis lain yang juga sukses. Ternyata ia juga berbakat sebagai pengusaha. Bahkan ia masuk ke ajang politik praktis dengan mengorbitkan Barrack Obama. Ia termasuk salah satu yang berperan besar menjadikan Obama sebagai Presiden Amerika.
Arnold Schwarzenegger mengira dirinya akan sukses sebagai binaragawan, ternyata lebih dari itu. Dari binaraga ia bisa menjadi aktor laga karena badannya yang besar. Tapi karena tidak puas sekedar pamer badan, ia mencoba peran film komedi, dan ia sukses. Ia bangga karena acting-nya juga diakui. Ketika ia mencoba peruntungan di bisnis properti ia juga sukses. Terakhir Arnold masuk bidang politik dan pemuda keturunan Austria ini terpilih sebagai gubernur California.
Bukankah luar biasa jika kita biarkan diri mengembangkan potensi di berbagai bidang? Jangan penjara diri kita dalam rutinitas yang sama setiap hari seumur hidup!

Banyak yang menganjurkan pada kita untuk fokus. Donald Trump termasuk yang yang menganut fokus, karena menurutnya kalau kita terpecah malah bisa gagal dua-duanya.
Tapi ada juga filsafat membawa telur dengan dua keranjang, kalau satu keranjang jatuh masih ada keranjang lain.
Dua-duanya ada kelebihan ada kekurangan.
Jadi silahkan pilih yang mana.

yep! itu dulu ajah deh! yang lain-lain bisa kapan2 lah uplode nya. hoho

One thought on “Semoga ter- Motivasi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s